{"id":128,"date":"2024-02-26T09:54:52","date_gmt":"2024-02-26T09:54:52","guid":{"rendered":"https:\/\/wpdevfisip.unismabekasi.ac.id\/?page_id=128"},"modified":"2024-11-21T01:35:59","modified_gmt":"2024-11-21T01:35:59","slug":"program-studi-psikologi-fakultas-ilmu-sosial-ilmu-politik-universitas-islam-45-bekasi","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/?page_id=128","title":{"rendered":"PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL &#038; ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM 45"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"1920\" src=\"https:\/\/wpfisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/IMG20240222154346-scaled.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-93\" srcset=\"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/IMG20240222154346-scaled.jpg 2560w, https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/IMG20240222154346-300x225.jpg 300w, https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/IMG20240222154346-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/IMG20240222154346-768x576.jpg 768w, https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/IMG20240222154346-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/IMG20240222154346-2048x1536.jpg 2048w, https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/IMG20240222154346-107x80.jpg 107w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>SELAYANG PANDANG PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM 45 <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Jurusan Psikologi adalah salah satu bidang keilmuan yang mempelajari tentang manusia. Manusia yang dimaksud di sini tak sebatas pada perilakunya saja, melainkan mempelajari jiwa yang mempengaruhi tindakan tersebut. Misalnya pada konteks sosial, seperti mempelajari bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya, atau dalam konteks industri mempelajari bagaimana seseorang berperilaku terkait dengan posisinya di sebuah perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>VISI<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\">\u201cTerwujudnya Program Studi Psikologi yang menghasilkan Insan Khairu Ummah, Kompeten dalam bidang Psikologi, Aktif dalam Proses Perubahan Masyarakat dan Berwawasan Wirausaha\u201d<\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>MISI<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\">\n<li class=\"has-medium-font-size\">menyelenggarakan pendidikan psikologi yang berorientasi pada bidang sosial, industri, perkembangan dan pendidikan.<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\">menghasilkan sarjana psikologi yang kompeten, profesional bersikap ilmiah, aktif dalam perubahan masyarakat dan berwawasan wirausaha sehingga mampu bersaing secara nasional.<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\">Menghasilkan temuan dan publikasi ilmiah psikologi yang berorientasi pada bidang sosial, industri, perkembangan dan pendidikan. <\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\">mengembangkan pusat kajian psikologi untuk melayani dan memberdayakan masyarakat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">KEPAKARAN DOSEN  <\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Spesialisasi Akademis:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dosen mungkin memiliki spesialisasi di bidang tertentu seperti psikologi klinis, psikologi sosial, psikologi kognitif, psikologi pendidikan, psikologi industri dan organisasi, atau psikologi perkembangan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Penelitian:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dosen psikologi sering memiliki pengalaman dalam penelitian ilmiah. Mereka dapat memiliki pengetahuan mendalam dalam metode penelitian, analisis data, dan interpretasi hasil penelitian.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Publikasi Ilmiah:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dosen yang aktif dalam penelitian mungkin memiliki sejumlah publikasi ilmiah, seperti artikel di jurnal-jurnal ilmiah atau buku. Hal ini menunjukkan kontribusi mereka terhadap pengetahuan dan pemahaman dalam bidang psikologi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Konseling dan Terapi:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dosen psikologi klinis mungkin memiliki keahlian dalam memberikan layanan konseling atau terapi. Mereka dapat membagikan pengalaman praktis mereka dengan mahasiswa.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Pendidikan dan Pengajaran:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Keahlian dalam merancang kurikulum, mengajar, dan mengelola kelas adalah keterampilan penting bagi dosen psikologi. Mereka mungkin memiliki pemahaman mendalam tentang bagaimana menyampaikan konsep-konsep psikologi kepada mahasiswa.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Psikometri:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dosen mungkin memiliki pengetahuan dan keahlian dalam pengembangan dan penggunaan alat ukur psikologi, seperti tes kepribadian atau tes kognitif.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Psikologi Terapan:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Beberapa dosen dapat memiliki pengalaman dalam menerapkan prinsip-prinsip psikologi dalam berbagai konteks praktis, seperti di industri atau lembaga pemerintah.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Keterampilan Manajerial dan Kepemimpinan:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dosen yang terlibat dalam administrasi akademis atau kepemimpinan departemen mungkin memiliki keterampilan manajerial dan kepemimpinan yang kuat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Keterampilan Komunikasi:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Keterampilan komunikasi efektif adalah kunci bagi dosen, baik dalam berinteraksi dengan mahasiswa, berkolaborasi dengan rekan dosen, atau berkomunikasi dengan masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Pengabdian Masyarakat:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Beberapa dosen psikologi dapat memiliki keterlibatan aktif dalam pengabdian masyarakat, memberikan kontribusi pada pemecahan masalah sosial menggunakan pengetahuan psikologi mereka.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">TARGET LULUSAN <\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li class=\"has-medium-font-size\"> <strong>Klinis\/Psikoterapis:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menawarkan layanan konseling dan terapi kepada individu atau kelompok.<\/li>\n\n\n\n<li>Bekerja di rumah sakit, klinik kesehatan mental, atau praktek swasta.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Psikolog Pendidikan:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Terlibat dalam penilaian kebutuhan belajar dan perkembangan anak-anak.<\/li>\n\n\n\n<li>Bekerja di sekolah, universitas, atau lembaga pendidikan lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Psikolog Industri dan Organisasi:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menilai dan meningkatkan produktivitas dan kepuasan karyawan.<\/li>\n\n\n\n<li>Terlibat dalam rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Psikolog Forensik:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memberikan penilaian psikologis dalam konteks hukum.<\/li>\n\n\n\n<li>Terlibat dalam profiling kriminal, evaluasi saksi, atau memberikan bantuan hukum.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Psikolog Kesehatan:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bekerja di rumah sakit atau lembaga kesehatan untuk membantu pasien dengan masalah mental yang terkait dengan kondisi medis.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Psikolog Olahraga:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bekerja dengan atlet untuk meningkatkan kinerja mereka dan membantu mereka mengatasi tekanan kompetitif.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Psikolog Klinis Anak dan Remaja:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Spesialisasi dalam memberikan bantuan psikologis kepada anak-anak dan remaja.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Psikolog Sosial:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mempelajari bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Psikolog Kepribadian:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Fokus pada penelitian dan pemahaman tentang karakteristik kepribadian manusia.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Penelitian dan Pengembangan:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Terlibat dalam penelitian ilmiah untuk memahami perilaku manusia dan mengembangkan metode intervensi baru.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Konsultan Psikologi:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menawarkan layanan konsultasi kepada individu, keluarga, atau organisasi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li class=\"has-medium-font-size\"><strong>Pelatih Keterampilan Hidup:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Membantu individu mengembangkan keterampilan koping, manajemen stres, dan keterampilan hidup lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SELAYANG PANDANG PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM 45 Jurusan Psikologi adalah salah satu bidang keilmuan yang mempelajari tentang manusia. Manusia yang dimaksud di sini tak sebatas pada perilakunya saja, melainkan mempelajari jiwa yang mempengaruhi tindakan tersebut. Misalnya pada konteks sosial, seperti mempelajari bagaimana manusia&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-128","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/128","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=128"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/128\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":300,"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/128\/revisions\/300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}