{"id":160,"date":"2023-12-05T09:33:00","date_gmt":"2023-12-05T09:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/wpdevfisip.unismabekasi.ac.id\/?p=160"},"modified":"2024-02-27T09:36:14","modified_gmt":"2024-02-27T09:36:14","slug":"generasi-muda-bicara-pengalaman-mahasiswa-ilmu-pemerintahan-fisip-unisma-bekasi-sebagai-delegasi-di-konvensi-iklim-unfccc-mock-cop28","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/?p=160","title":{"rendered":"Generasi Muda Bicara: Pengalaman Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP UNISMA Bekasi Sebagai Delegasi di Konvensi Iklim UNFCCC Mock COP28"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/wpfisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/image-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-161\" srcset=\"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/image-3.png 800w, https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/image-3-300x225.png 300w, https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/image-3-768x576.png 768w, https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/image-3-107x80.png 107w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Jakarta \u2013 Hai, namaku Khalida Alifia Ramadhina, Program studi S1 Ilmu Pemerintahan (IP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi. Aku bersama dengan keempat mahasiswa IP lainnya yaitu Ega Danar Ekayana, Dhea Melani Fitri dan Auf Naufal Kosasih pada tanggal 24-26 November 2023, tim kami terpilih menjadi Delegasi\u00a0negara\u00a0Jerman untuk UNFCCC Mock COP28 yang diselenggarakan oleh\u00a0<em>The Climate Reality Project Indonesia.<br><\/em>Pada simulasi UNFCCC Mock COP28, kami mendapatkan pengalaman berupa diplomasi, negosiasi, dan pentingnya kolaborasi dan tindakan bersama dalam menghadapi tantangan global ini. Dalam simulasi ini, kami\u00a0telah berperan sebagai perwakilan negara dan organisasi untuk menyusun kebijakan dan tindakan konkret dalam\u00a0merespons krisis perubahan iklim. Tidak hanya belajar tentang kompleksitas isu pendanaanperubahan iklim, tetapi juga mengasah keterampilan diplomasi, negosiasi, dan advokasi.<br>Kami bersimulasi mewakili atau menjadi delegasi negara Jerman dalam sidang tersebut dan menyampaikan isu yang sesuai dengan posisi riil negara yang diwakili.\u00a0Semua itu merupakan bekal berharga dalam menjalani peran sebagai agen perubahan di dunia nyata.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/unismabekasi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-05-at-09.56.19.jpeg\" alt=\"WhatsApp Image 2023-12-05 at 09.56.19\" title=\"WhatsApp Image 2023-12-05 at 09.56.19\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\"><strong>Sekilas tentang UNFCCC COP28<br><\/strong>Apa itu UNFCCC COP28? Mungkin sebagian masih ada yang \u2018asing\u2019 dengan UNFCCC (<em>United Nations Framework Convention on Climate Change<\/em>) dan COP (<em>Conference Of Parties<\/em>)\u00a028, tapi pasti kalian familiar dengan istilah\u00a0<em>Pemanasan Global\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>Efek Rumah Kaca\u00a0<\/em>bukan?<br>Yap, Pemanasan Global terjadi akibat efek rumah kaca (yaitu peristiwa terperangkapnya panas di atmosfer bumi karena adanya gas rumah kaca). Panas matahari yang seharusnya dipantulkan kembali ke luar angkasa malah terperangkap di atmosfer karena gas-gas tertentu yang menghalangi mereka keluar. Gas-gas itu\u00a0 seperti H2O, CO2, CH4, NO2, dan CFC.<br>Aktivitas manusia seperti penggunaan bahan bakar fosil atau asap pembakaran yang massif akan meningkatkan kosentrasi gas buangan CO2 di atmosfer. Makin banyak gas buangan CO2 di atmosfer makin banyak pula panas matahari yang terperangkap di atmosfer bumi. Alhasil, pemanasan global ini menyebabkan perubahan iklim yang tidak alami. Jangka panjangnya\u00a0mengakibatkan resiko terhadap ketahanan pangan, keamanan pangan dan kesehatan manusia.<br>Seriusnya dampak tersebut, maka perlu ada solusi untuk meminimalisir terjadinya perubahan iklim. Salah satunya adalah dibentuk UNFCCC (<em>United Nations Framework Convention on Climate Change<\/em>) atau Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan\u00a0Iklim.\u00a0Dalam UNFCCC ada COP\u00a0(<em>Conference Of Parties<\/em>). COP adalah lembaga pembuat keputusan tertinggi dalam konvensi UNFCCC. Konvensi COP diadakan setiap tahun, untuk tahun ini sendiri COP 28 diselenggarakan di Dubai UEA.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/unismabekasi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-05-at-10.05.09.jpeg\" alt=\"WhatsApp Image 2023-12-05 at 10.05.09\" title=\"WhatsApp Image 2023-12-05 at 10.05.09\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\"><strong>UNFCCC Mock COP28 Oleh\u00a0<\/strong><em>The Climate Reality Project Indonesia<br><\/em><em>The Climate Reality<\/em>\u00a0Indonesia merupakan cabang dari\u00a0<em>The Climate Reality Project<\/em>, yaitu organisasi sukarelawan tentang perubahan iklim. Tiap tahunnya,\u00a0<em>The Climate Reality<\/em>\u00a0Indonesia ikut mengadakan MOCK COP28. Simulasi sidang yang dilakukan oleh para mahasiswa se-Indonesia. Mahasiswa sebagai generasi muda perubahan dapat memberikan pendapat, berdiskusi, serta memberikan opsi-opsi solusi untuk permasalahan perubahan iklim. Pada UNFCCC Mock Up COP28 ini diadakan di ruang Auditorium Indonesia Banking School.\u00a0(humasunismabekasi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Hai, namaku Khalida Alifia Ramadhina, Program studi S1 Ilmu Pemerintahan (IP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi. Aku bersama dengan keempat mahasiswa IP lainnya yaitu Ega Danar Ekayana, Dhea Melani Fitri dan Auf Naufal Kosasih pada tanggal 24-26 November 2023, tim kami&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":161,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8,9,5,6],"class_list":["post-160","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-fakultas","tag-indonesia","tag-kampus","tag-pendidikan","tag-unisma-bekasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=160"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/160\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":162,"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/160\/revisions\/162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}